Pantat dating

bathroom-blowjob

“ tuh kan beneran” sambil tangannya menunjuk ke celana pendekku dan buru2 berjalan ke dapur dengan tangan menutupi matanya.

Didalam kamarku aku termenung dan berpikir bagaimana caranya agar aku bisa menikmati tubuh siska, satu2nya jalan aku harus melakukan pendekatan yang intens terhadap keluarga ini dan saat aku berpikir aku mendapat ide yang cemerlang yaitu aku harus merekam setiap adegan yang terjadi dirumah mereka, aku punya rencana besok aku harus pergi ke glodok untuk mencari camera pengintai yang paling bagus, aku akan membeli mungkin cukup banyak untuk aku tempatkan diatas bubungan rumah anton dan oh iya aku juga akan menempatkannya pada tetangga sebelah kiriku.“ ih apa yang aku liat dari kamu, tak usah ya” sombongnya. “ gede tau.udah ah nanti kita gak selesai2 nih..” jawabnya mengalihkan. “ ih kamu jahat banget sis, jangan diceritain donk, inikan rahasia kita berdua,hehe, ok de nanti aku datang ya, oh iya nanti pakai baju yang sexy lagi ya, hehe” candaku. Sekembalinya ke kamar aku masih penasaran dengan siska, akupun naik kembali ke atap kamarku menuju ke atas kamarnya, aku mulai mengintipnya, ternyata siska sedang berbaring istirahat, matanya sedikit terpejam, aku terkaget saat kulihat tangannya yang kanan bergerak kearah payudaranya dan meremasnya dan tangannya yang kiri bergerak kearah kemaluannya, oh ternyata dia sedang melakukan masturbasi, hehehe ternyata kamu juga terangsang ya sis, hehe rencanaku sudah berjalan mulus, tinggal tunggu waktunya pikirku.“ ah tadi kamu liatin celanaku, sambil menelan ludah lagi, artinya apa tuh? “ ih nakal bener nih ardi, habisnya gimana gak liat…” katanya terbata-bata. “ yah kalo gak selesai sekarang, besok aja kita lanjutin lagi, aku senang koq dibantuin sama cewe cantik dan sexy seperti kamu, hehe”jawabku. , sudah donk” dengan raut muka merah dia membentakku. Kamipun terlibat pembicaraan yang serius kurang lebih 1 jam, sampai akhirnya CV ku selesai dibuatnya. Aku terus memperhatikan siska yang sedang mastubasi itu dengan seksama, tiba2 timbul ide nakalku, aku bergegas turun, kulangkahkan kakiku menuju pintu rumahnya dan ku ketok pintu rumahnya.Tak sabar aku menunggu pagi hari untuk menjalankan rencanaku, pagi2 sekali aku sudah terbangun karena aku masih penasaran dengan kemolekan tubuh siska, akupun naik kembali keatap rumahku dan mencari letak kamar mandi mreka, mungkin saja aku bisa mengintip siska mandi, aku sekarang sudah berada tepat dikamar mandi mereka dan sudah mendapatkan celah diatapnya, tapi kulihat siska belum mandi, lama kutunggu ternyata tidak kelihatan juga, aku mencoba beranjak ke atas kamar mereka, dan disana kulihat ternyata siska sudah mandi dan sedang berdiri berkaca didepan kaca, dia hanya memakai sebuah handuk yang tidak terlalu besar, yang hany dapat menutupi payudara dan kemaluannya, penantianku tidak sia-sia saat dia mulai membuka handuknya, dengan bebasnya payudaranya menggelantung indah dan bongkahan pantatnya terlihat begitu menantang, akupun menelan ludah menyaksikan pemandangan tersebut, kulihat suaminya masuk kekamar dengan baju kerja yang sudah rapi, mungkin akan berangkat kerja, dari belakangnya suaminya berusaha memeluk dan meremas payudara siska, mereka berciuman, siska berkata “ Sudahlah mas..nanti gak kerja loh..” “ Sis, nanti kamu pergi ke pasar? “ Iya, ada yang mau aku beli nih, Mas bisa antar aku?

” “ Waduh sepertinya tidak bisa say.buru-buru mau meeting” “ oke deh, sebenarnya aku sih malas pergi sendiri karena jarak pasar tersebut lumayan jauh, ya sudah tidak apa2, nanti aku coba cari ojek saja, sudah lah kamu pergi kerja saja, tidak usah khawatir” . aku terus menyaksikan sampai siska menutupi payudaranya dengan bra hitam yang sexy dan tubuhnya dengan tanktop putih.

Kalau tetanggaku yang sebelah kiri adalah pasangan suami istri keturunan sunda yang telah menikah kurang lebih 3 tahun dan sudah dikarunia seorang putra berusia 2,5 tahun, suaminya bernama Mang Ujang berusia sekitar 35 tahun dan bekerja sebagai seorang security di sebuah Bank, sedangkan istrinya bernama Ece Geulis berusia sekitar 30 tahun dan kesehariannya juga mengurus rumah dan anaknya, Ece Geulis inipun tidak kalah cantik, dia mempunyai kulit halus kuning langsat, walaupun sudah pernah melahirkan tapi bentuk tubuhnya sungguh dapat menggiurkan setiap lelaki yang melihatnya, tingginyapun sekitar 165 cm, untuk tubuh aku piker antara Siska dan Ece Geulis kurang lebih mempunyai nilai yang sama. 21.00 hujan turun dengan derasnya aku belum tertidur karena aku masih mempunyai pekerjaan untuk melengkapi CV ku, keberuntungan dating kepadaku karena Mas Anton tetangga sebelah kananku menawarkanku sebuah pekerjaan ditempatnya bekerja, sedang asyiknya aku bekerja aku terganggu oleh bunyi gemeretak seperti ranjang yang berderak2, aku menjadi penasaran akan bunyi tersebut, ternyata suara tersebut datang dari dinding sebelah kananku, pikiran nakalku mulai bermain dan aku mencoba untuk menempelkan telingaku kedinding, oleh karena dinding kontrakan tersebut tidaklah tebal aku mendengar sesuatu yang membuat jantungku berdebar2, aku mendengar suara napas 2 orang sedang berpacu menggapai nikmat, aku terus mendengar sampai suara itu terhenti.

qipe.drev-sov.ru

82 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>